Posted by: nunusdwinugroho on: Juli 23, 2011
MADIUN-Sebanyak 443 pusaka berupa keris dan tombak dipamerkan di Pendapa Muda Graha Kabupaten Madiun. Jumlah pusaka yang dipamerkan,sama dengan usia Kabupaten Madiun.Maklum,pameran yang dilangsungkan hingga 24 Juli mendatang ini,menjadi rangkaian Hari Jadi ke-443 Kabupaten Madiun.”Hari jadi tidak bisa dipisahkan dari seni dan budaya,maka digelar pameran ini,”ujar Sumarto,Ketua Paguyuban Tudhung Madiun.
Menurut Sumarto,seluruh keris yang dipamerkan tidak satupun yang memiliki kesamaan. Sebanyak 443 keris dan tombak itu memiliki ciri yang berbeda dan namanya juga tidak sama.Di antaranya,ada yang dinamakan keris Kalagumarang,Balenoto,duplikat Tundhung Madiun,Kiai Pleret,Kiai Blabar,Sengkelet,Tila Punjer,Tiranjani, dan lainnya.”Dalam pameran juga ditunjukkan keris atau tombak milik pemkab,kolektor hingga milik warga dari 15 kecamatan,”paparnya.
Sumarto berharap,even tahunan ini bisa terus dipertahankan.Tujuannya,agar keris yang sudah ditetapkan Unesco sebagai warisan dunia,tidak pudar ditelan zaman.”Keris harus dipertahankan dan dilestarikan.Sebab sebagai ciri masyarakat Indonesia, khususnya Madiun,”terang Sumarto.
Sementara itu,dalam pameran tersebut juga diadakan bursa keris.Puluhan keris bernilai jual tinggi dipamerkan.Salah satunya keris Nogososro buatan 2004. Keris tersebut penuh ukiran naga.Haragnya pun cukup mencengangkan,yakniRp150juta.”Harganya mahal karena proses pembuatan juga rumit.Butuh waktu dua tahun untuk membuat ukiran tersebut,”terang Haryo Herlambang,empu keris asal Surabaya.
Masih di kawasan pemkab,juga digelar 80 lukisan milik seniman Kabupaten Madiun dan daerah sekitar.Tidak hanya lukisan jadi,para pelukis juga beraksi on the spot
radarmadiun
KOMENTAR