Apakah Otak Itu?

Posted on: Juni 13, 2009

Otak tersusun dari kumpulan neuron, dimana neuron merupakan sel saraf panjang seperti kawat yang mengantarkan pesan-pesan listrik lewat sistem saraf dan otak. Sel-sel pada suatu daerah otak menghubungi bagian-bagian tubuh yang lain secara kontinyu dan otomatis. Neuron ini mengirimkan sinyal dengan menyebar secara terencana, semburan listrik terhentak-hentak yang membentuk bunyi yang jelas (kertak-kertuk) yang timbul dari gelombang kegiatan neuron yang terkoordinasi, dimana gelombang itu sebenarnya sedang mengubah bentuk otak dan membentuk sirkuit otak menjadi pola-pola yang lama kelamaan akan menyebabkan bayi yang lahir nanti mampu menangkap suara, sentuhan, dan gerakan.

Lapisan luar otak terdiri dari ribuan syaraf yang mirip benang kusut dan pembuluh darah. Otak terdiri dari jutaan sel neuron, dan masing-masing sel mempunyai inti sel (nukleus) dan sejumlah tangan syaraf (tentacle) yang menyebar ke segala arah, dimana masing-masing tangan (tentacle) memiliki ribuan tonjolan (prouberans).

Tingkat intelengensia ditentukan oleh banyaknya tonjolan-tonjolan tangan syaraf sel otak.
Setiap tonjolan paling tidak berhubungan dengan satu tonjolan yang lain dan dengan tenaga elektrokimiawi menyebabkan kedua tonjolan ini membentuk suatu pola hubungan dengan gugusan tonjolan yang lain, dimana otak merupakan suatu pola atau jaringan yang dibentuk ribuan tonjolan yang terdapat pada tangan syaraf jutaan sel otak. Jika otak dirangsang, berapapun usianya, maka otak akan membentuk lebih banyak tonjolan pada setiap tangan syaraf sel-selnya, dan akan meningkatkan jumlah total hubungan-hubungan antar syaraf yang terdapat di dalam otak.

Bila belahan otak yang lebih lemah dirangsang dan disuruh bekerja bersama belahan otak yang lebih kuat (bersinergi) akan tercipta kemampuan dan efektivitas otak yang jauh lebih tinggi dari 5 sampai 10 kali lipat.

Memahami Otak dan Pemancar Pikiran

Seperti sebuah pesawat radio, otak merupakan pesawat penerima dengan multi frekuensi yang ditempatkan di bagian kiri dan kanan belahan cerebral hemisphere. Tiap-tiap belahan cerebral hemisphere kanan maupun kiri ini memiliki frekuensi tersendiri, keduanya mampu menangkap siaran alam semesta dengan spesifikasinya yang khas. Kita sebagai pesawat radio sebaliknya harus pandai-pandai menyelaraskan frekuensi kita setiap saat dengan jenis siaran yang sesuai untuk mengisi kehidupan kita. Pusat siaran alam semesta memberikan seluruh siarannya secara bebas.

Kita diberi kebebasan untuk mendengarkan siaran apa saja, dari mulai musik pop sampai dangdut, dari siaran berita sampai iklan, dari sinetron yang melankolis sampai film-film Hollywood yang penuh adegan berdarah. Semuanya telah disediakan untuk melengkapi seluruh aspek kehidupan kita. Itulah arus informasi alam semesta yang diberikan kepada kita. Bila kita hanya menyerap sebagian, sepotong demi sepotong, sequential, dan tidak mendengarkan seluruh siaran yang ada, akhirnya kita hanya memiliki sebagian saja dari seluruh pengetahuan tentang kehidupan ini.

Hal itu akan melemahkan kita, kita tidak mampu bereaksi terhadap bentuk-bentuk lain intervensi lingkungan karena memang kita tidak memiliki informasinya secara lengkap.

Dengan mengakses seluruh frekuensi yang disediakan dan menyelaraskan diri kita dengan frekuensi yang ada di alam semesta secara optimal, kita akan mendapatkan seluruh informasi secara lengkap. Dengan modal itu kita dimampukan untuk menjadi pemancar yang juga lengkap dan berkualitas bagi lingkungan kita.

Secara biologis otak terbagi dalam tiga bagian besar yang terdiri dari bagian otak kiri, bagian otak kanan, dan bagian otak kecil atau otak bawah sadar. Masing-masing bagian ini memiliki karakteristik dan tugas yang spesifik.

Pada otak terdapat 30 milyar sel yang membentuk tiga bagian di atas. Setiap bagian sel ini juga membentuk jaringan kerjasama rumit melalui bagian-bagian kecil lainnya yang disebut neuron. Dan secara keseluruhan jaringan kerjasama sel dan neuron ini tidak pernah berhenti bekerja seumur hidup manusia. Ini adalah suatu jaringan kerja canggih yang berlangsung terus-menerus sepanjang hidup dan tidak mungkin ditandingi oleh teknologi apa pun yang pernah diciptakan manusia.

Otak bagian kiri atau left cerebral hemisphere, merupakan bagian otak yang bertugas berpikir secara kognitif atau rasional. Bagian ini memiliki karakteristik khas yang bersifat logis, matematis, analitis, realistis, vertikal, kuantitatif, intelektual, obyektif, dan mengontrol sistem motorik bagian tubuh kanan.

Sebaliknya bagian otak kanan atau right cerebral hemisphere, adalah bagian otak yang berpikir secara afektif dan relasional, memiliki karakter kualitatif, impulsif, spiritual, holistik, emosional, artistik, kreatif, subyektif, simbolis, imajinatif, simultan, intuitif, dan mengontrol gerak motorik bagian tubuh sebelah kiri.

Lalu di bagian agak ke bawah, terdapat otak kecil atau otak bawah sadar yang bertugas sebagai mesin perekam seluruh kejadian yang berlangsung di kehidupan kita. Otak kecil yang bernama cerebellum ini sering kali mengagetkan kita dengan memberikan informasi secara tiba-tiba mengenai sesuatu yang tidak kita sadari sebelumnya, padahal sudah terekam di dalam bagian bawah sadar kita. Otak bawah sadar ini juga sering kali merekam sesuatu hal yang tidak kita sadari sebagai sebuah masalah dan kemudian dari waktu ke waktu mengingatkan kita kepada hal tersebut sebagai sebuah obsesi.

Dari sisi baiknya, bagian otak ini juga akan merekam ilmu pengetahuan yang kita terima tanpa sadar dan berarti tidak terekam di bagian otak rasional kita, kemudian memberi kita kemampuan yang terkadang agak mengejutkan karena kehebatannya dalam menanggulangi masalah hal-hal mendadak. Misalkan saja kekuatan dan kecepatan yang ekstra dan muncul secara tiba-tiba pada saat kita terancam oleh sebuah mobil yang akan menabrak. Pada saat kritis tersebut tiba-tiba seperti ada tenaga dahsyat yang menarik kita menghindar atau meloncat, yang pada saat normal pasti tidak mungkin kita lakukan.

Demikianlah otak menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan dan bahkan menentukan status mati atau hidupnya seseorang. Seseorang yang hancur tubuhnya dan sekarat, koma, belum akan dinyatakan mati secara klinis bila dalam pendataan electroencephalograph ternyata otaknya masih berfungsi. Bila otaknya sudah tidak lagi menampilkan getaran frekuensi pada beberapa waktu tertentu, yang berarti frekuensi otak dan pikirannya sudah berada di titik 0 dan hanya menampilkan garis datar saja di layar alat EEG, saat itulah seseorang dinyatakan mati secara klinis.

Otak adalah organ yang sangat dahsyat dalam kehidupan. Kehadiran otak sebagai organ vital di tubuh manusia merupakan anugerah besar yang tidak mungkin ditandingi oleh apa pun buatan manusia. Meskipun manusia dari waktu ke waktu berusaha sepenuh tenaga untuk menyaingi teknologi otak dan kecanggihannya, sampai detik ini keberhasilannya mungkin belum sampai 1% dari seluruh kecanggihan yang dimiliki otak.

Kehebatan otak sendiri sebagian besar juga masih misterius dan belum ditemukan seluruhnya oleh penelitian. Sementara penelitian mendapatkan hasil analisa yang menyatakan bahwa manusia selama kehidupannya mungkin hanya memanfaatkan paling banyak 10% dari total kemampuan otak yang didukung 30 milyar sel dan neuron itu.

PENGOPTIMALAN KEMAMPUAN OTAK

Sejak tahun 1960-an telah dilakukan penelitian oleh berbagai ilmuan untuk mempelajari Keadaan Konsentrasi yang mendalam. Peneliti dari University of Chicago yang bernama Dr. Mihaly Csikszentmihalyi mengatakan: Keadaan Konsentrasi yang mendalam adalah keadaan konsentrasi total yang menyerap secara mutlak perasaan, sehingga anda berada dalam kekuasaan saat itu, dan memperlihatkan kinerja puncak dari kemampuan anda.

Kemudian hasil penelitian lain, kondisi pada Keadaan Konsentrasi yang mendalam berhubungan dengan gelombang theta, yaitu gelombang otak pada kondisi belajar yang optimal pada kecepatan 3 sampai dengan 5 siklus per detik (Cycle Per Second (CPS). Gelombang otak biasanya diukur dalam jangkauan paling lambat sampai dengan paling cepat dengan alat EEG (electroencephalograph), yaitu terdiri dari :

Delta, yang berfrekwensi 1-2 Hz (siklus per detik) : Tidur Nyenyak dan Tidak bermimpi, Relaksasi fisik yang dalam, pengendalian stress dan pelepasan rasa sakit.

Theta, yang berfrekwensi 3-7 Hz : Konsentasi Mendalam, Memori mengingat, memanggil & pertumbuhan IQ.

Alpha, yang berfrekwensi 7-12 Hz : Rileks dan Meditasi, Belajar, membaca dan mendengar.

Beta, Yang berfrekwensi 12-25 Hz : Keadaan sadar, Pengambilan keputusan, logika, dan pemecahan masalah.

Cara kerja otak dipengaruhi oleh kondisi otak yang disebut fase Beta, Alfa, Theta, dan Delta.

Pada kondisi Beta, gelombang otak adalah 12-25Hz. Ini adalah kondisi konsentrasi yang muncul ketika seseorang sedang mengerjakan sesuatu yang sulit dan perlu berpikir keras. Pada saat ini otak hanya mempunyai kemampuan fokus tunggal. Kondisi beta cocok untuk tujuan menyelesaikan suatu pekerjaan secara serius, seperti mengerjakan soal, ngebut, mengerjakan tugas kritis dan serius. Musik yang riang dan cepat dapat membantu mencapai kondisi otak ini.

Kondisi Alfa mempunyai gelombang otak dengan frekuensi 7-12Hz. Kondisi tenang ini memungkinkan otak untuk multifokus, memperhatikan beberapa hal sekaligus. Kondisi Alfa sangat tepat untuk belajar yang bersifat menyerap, memahami, menghafalkan pengetahuan, karena pada kondisi ini otak menjadi siap belajar. Musik yang sedang dan ringan dapat membantu tercapainya kondisi Alfa.

Gelombang otak Theta adalah 3-7Hz, yang merupakan keadaan setengah sadar. Pada kondisi ini ide kreatif banyak muncul karena peran otak bawah sadar menjadi lebih dominan. Kabarnya, otak bawah sadar mempunyai kemampuan lebih besar 7:1 dibanding otak sadar. Itulah mengapa seringkali penyelesaian masalah muncul saat hampir tidur atau saat bangun tidur. Kondisi Theta juga merupakan kondisi untuk mengakses alam bawah sadar.

Yang juga menarik dilakukan adalah dalam Auto Sugesti, yaitu dengan menyatakan kalimat-kalimat positif kepada diri sendiri. Salah satu cara adalah dengan tiduran, atau duduk rileks memejamkan mata, kemudian menenangkan diri, tidur-tiduran, Aktifkan Nur Ilahi….lalu menyatakan berbagai kalimat positif , “-……..sebutkan nama Anda-, kamu bisa, kamu baik, kamu sukses….

Sambil menepuk dada atas kiri, bahu belakang kanan, atau paha kanan. Mengapa di daerah itu? Itu adalah daerah yang hanya orang terdekat yang menyentuhnya, seperti ibu, sahabat, dan keluarga. Pada saat daerah tersebut disentuh maka alam bawah sadar akan mengatakan ‘ini pesan dari orang yang dekat denganku’ dan dia menjadi terbuka untuk menerima pesan tersebut. Dengan demikian apapun yang disampaikan tadi menjadi bagian alam bawah sadar dan diingat olehnya.

1 Response to "Apakah Otak Itu?"

pengertian otak yang sebenar x apa…???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

KONTAK PERSON YM

KATEGORI

ALBUM

foto004

KALENDER

Juni 2009
S S R K J S M
« Mei   Jul »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Blog Stats

  • 89,837 hits
%d blogger menyukai ini: