PENYERGAPAN 17 JAM ITU BERAKHIR SUDAH

Posted on: Agustus 8, 2009

nurdin2 nurdin3Temanggung (ANTARA) – Pengepungan Densus 88 Antiteror selama 17 jam di rumah Muhzuhri di Desa Beji, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah berakhir pada Sabtu pukul 09.50 WIB setelah seorang penghuninya tewas terbunuh dalam penyerbuan pagi itu.

Akan tetapi, penyergapan yang berlangsung menegangkan itu masih menyisakan tanda tanya karena sampai Sabtu siang belum ada keterangan resmi dari petinggi Polri bahwa yang tewas di dalam rumah itu memang Noordin M. Top.

Meski demikian, kabar kematian Noordin sebenarnya sudah beredar Jumat malam, bahkan sejumlah media asing melalui situsnya sudah melaporkan kematian teroris yang banyak terlibat dalam sejumlah peledakan di Indonesia itu.

Melihat reaksi rileks dan saling jabat tangan antarpersonel Densus 88 setelah melakukan operasi itu, sepertinya mengindikasikan bahwa target utama yang selama tiga tahun menjadi buruan aparat keamanan ini, memang benar bahwa yang tewas di rumah itu memang Noordin M. Top.

Sekali lagi, untuk memastikan kebenaran kematian Noordin M. Top masih harus menunggu keterangan resmi dari Polri. Menurut rencana, Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri pada Sabtu siang mengunjungi lokasi kejadian.

Puluhan wartawan yang sejak Jumat petang berada di lokasi penggerebekan belum berhasil memperoleh kepastian tewasnya Noordin M. Top.

Sebelum penghuninya dinyatakan tewas, 40 menit sebelumnya rumah itu diledakkan dengan bom berkekuatan rendah yang merusakkan bagian depan rumah Muhzuhri.

Sekitar pukul 09.40, tiga polisi dari arah belakang rumah membongkar pintu lalu memberondong peluru ke dalam rumah tanpa ada perlawanan dari penghuni.

Tidak lama berselang, seperti ditayangkan TVOne, polisi menunjukkan wajah yang tidak lagi tegang, beberapa di antaranya saling bersalaman, pertanda tugas berakhir dengan sukses.

Hati-hati

Rangkaian operasi Densus 88 bermula ketika pada Jumat sore menangkap tiga orang dari lokasi berbeda, yang diduga mengetahui keberadaan Noordin.

Densus tidak membuang waktu lama, setelah menciduk Aris, Hendra, dan Muhdaroni, langsung menuju ke rumah Muhzuhri yang diduga menjadi tempat persembunyian Noordin.

Sekitar pukul 17.00 WIB, polisi mengepung rumah Muhzuhri, namun aparat tidak mau mengambil risiko dengan langsung merangsek ke dalam rumah. Polisi sangat hati-hati bertindak sambil mengumpulkan informasi atas apa yang ada di dalam rumah itu.

Karena itu, hingga pukul 04.00 WIB seolah tidak ada perkembangan berarti dalam penyergapan itu. Ada kekhawatiran di rumah ini tersimpan bahan peledak.

Polisi baru bergerak lebih agresif mulai Sabtu pagi sekitar pukul 07.50. Paling tidak pada waktu itu terdengar empat kali ledakan keras dari rumah itu. Selanjutnya, polisi terus meningkatkan serbuannya dengan meledakkan bagian depan rumah Muhzuhri hingga bagian depan dan belakang rumah itu rusak.

Setelah itu dilakukan penyergapan dari semua sisi, termasuk dari atap rumah.

Polisi baru menghentikan penyerbuannya setelah memperoleh kepastian bahwa seorang penghuni di rumah itu sudah tewas. Penghuni rumah ini diyakini sebagai Noordin M. Top.

Tim INAFIS Datangi RS Polri

Sedikitnya 11 orang dari Indonesia Automatic Finger Print Identification System (INAFIS) mendatangi RS Polri. Tim INAFIS akan membantu mengidentifikasi jenazah Ari Setiawan dan Eko Peyang.

Tim INAFIS tiba di RS Polri Dr Sukamto, Jalan Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (8/8/2009) pukul 11.20 WIB.

Mereka tampak membawa 5 kotak hitam peralatan identifikasi dan masuk ke kamar jenazah. Tim masuk ke dalam untuk membantu tim Disaster Victim Investigation (DVI) dan tim forensik yang sudah berada di lokasi sejak pukul 07.00 WIB.

Saat ditanya apakah mereka sebelumnya ke Jatiasih, mereka membenarkan. “Iya. Saya belum dapat berkomentar,” kata salah seorang anggota Tim INAFIS.

Air dan Eko tewas dalam penggerebekan di rumah itu sekitar pukul 00.00 WIB. Air merupakan buron bom Kedubes Australia (2003) sementara Eko adalah pembuat bom. Dua jenazah itu masih diidentifikasi.

Tumpukan Dokumen Alamat Ditemukan di Rumah Fery

Selain menemukan bom, sejumlah dokumen ditemukan di kediaman Ahmad Fery. Dokumen itu berisi alamat-alamat di kawasan Bekasi dan Jakarta Timur yang akan dikirimi surat.

“Ditemukan dokumen seperti surat-surat. Jumlahnya banyak. Isinya alamat yang mau dikirimi surat. Alamatnya antara Bekasi dan sekitar Jakarta Timur,” kata
Kepala Departemen Balistik Metalurgi Forensik, Kombes Pol Amri Kamil.

Hal ini disampaikan dia di TKP, Perumahan Puri Nusapala, Blok D 12 RT 4 RW 12, Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (8/8/2009).

Air Setiawan dan Eko Peyang tewas dalam penggerebekan di rumah itu sekitar pukul 00.00 WIB tadi. Air merupakan buron bom Kedubes Australia (2003). Sementara Eko adalah pembuat bom

Pemicu Bom Ditemukan di Setiap Pintu Rumah Fery

Pemicu bom dipasang di setiap pintu rumah Ahmad Fery di Perumahan Puri Nusapala, Jatiasih, Bekasi. Pemicu bom itu diduga untuk mengecoh aparat kepolisian.

“Kekuatan bom luar biasa. Tetapi antara low dan high explosive. Ditemukan juga pemicu di setiap pintu. Bahannya salah satunya florat,” kata Kepala Departemen Balistik Metalurgi Forensik, Kombes Pol Amri Kamil.

Hal ini disampaikan dia di TKP, Perumahan Puri Nusapala, Blok D 12 RT 4 RW 12, Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (8/8/2009).

Pemicu bom untuk mengecoh polisi? “Iya,” sahut Amri.

Dikatakan dia, ada 2 kamar di dalam rumah itu. Bahan bom ditemukan di kamar depan. Bahan bom yang ditemukan dalam bentuk rangkaian. “Iya (siap meledak),” ujarnya.

Amri mengatakan, dua tersangka teroris Air Setiawan dan Eko Peyang ditembak sekitar 50 meter dari rumah saat mau kabur naik mobil Xenia.

Air dan Eko tewas dalam penggerebekan di rumah itu sekitar pukul 00.00 WIB tadi. Air merupakan buron bom Kedubes Australia (2003) sementara Eko adalah pembuat bom.

Polisi juga sebelumnya menemukan 5 drum bahan peledak dari rumah itu. Selain itu, 1 bom mobil dan 3 bom bunuh diri. Bom itu mirip bom JW Marriott.

Yahoo.com

1 Response to "PENYERGAPAN 17 JAM ITU BERAKHIR SUDAH"

woow,,, berarti rumah bom itu ya? mengerikan jika ada tamu berkunjung…kayak tiap hari mau didatengin polisi aja, pintu harus menggunakan bom…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

KONTAK PERSON YM

KATEGORI

ALBUM

foto004

KALENDER

Agustus 2009
S S R K J S M
« Jul   Sep »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Blog Stats

  • 89,837 hits
%d blogger menyukai ini: