GUNUNG DIENG

Posted on: Februari 20, 2012

Dieng adalah dataran tinggi di Jawa Tengah, yang masuk wilayah Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo, Letaknya berada di sebelah barat kompleks Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing.

Ketinggian rata-rata sekitar 2.000m di atas permukaan laut, suhu sejuk  dingin, sekitar 15—20 °C di siang hari dan 10 °C di malam hari. Pada musim kemarau (Juli dan Agustus), suhu udara dapat mencapai 8 °C di pagi hari dan memunculkan embun beku.

Secara administrasi, Dieng mencakup Desa Dieng Kulon Kecamatan Batur Kabupaten Banjarnegara dan Dieng Wetan kecamatan Kejajar Kabupaten Wonosobo.

Nama Dieng berasal dari gabungan dua kata bahasa Sunda Kuna: “DI” yang berarti “tempat” atau “gunung” dan “HYANG” yang bermakna “Dewa”,  Dieng berarti daerah pegunungan tempat para Dewa dan Dewi bersemayam.

Nama Dieng berasal dari bahasa Sunda, karena diperkirakan pada pra-medang sekitar tahun 600 Masehi daerah itu berada dalam pengaruh politik Kerajaan Galuh.

Kompleks Candi Arjuna, Dieng dan beberapa peninggalan budaya juga alamnya telah dijadikan sebagai obyek wisata dan dikelola bersama oleh dua Kabupaten, yaitu Banjarnegara dan Wonosobo.

Bseberapa obyek wisata di Dieng:

  1. Telaga:
  2. Telaga Warna, sebuah telaga yang sering memunculkan warna merah, hijau, biru, putih, dan lembayung.
  3. Telaga Pengilon
  4. Telaga Merdada
  1. Kawah:
  2. Sikidang
  3. Sileri
  4. Candradimuka
  5. Sinila (meletus dan mengeluarkan gas beracun pada tahun 1979 dengan korban 149 jiwa)
  1. Kompleks candi-candi Hindu yang dibangtn pada abad ke-7, antara lain:
  2. Candi Gatutkaca
  3. Candi Bima
  4. Candi Arjuna
  5. Candi Semar
  6. Candi Sembadra
  7. Candi Srikandi
  8. Candi Setyaki
  9. Gangsiran Aswatama
  10. Candi Dwarawati.
  1. Gua: Gua Semar, Gua Jaran, Gua Sumur. Terletak diantara Telaga Warna dan Telaga Pengilon, sering digunakan sebagai tempat spiritual.
  2. Sumur Jalatunda
  3. Dieng Vulcanic Theater, teater untuk melihat film dokumenter (tentang kegunungapian di Dieng)
  4. Museum Dieng Kailasa, menyimpan artefak dan memberikan informasi tentang alam (geologi, flora-fauna), masyarakat Dieng (keseharian, pertanian, kepercayaan, kesenian) serta warisan arkeologi dari Dieng. Memiliki teater untuk melihat film (saat ini tentang arkeologi Dieng), di fasilitasi panggung terbuka di atap museum serta restoran.
  5. Mata air Sungai Serayu, sering disebut dengan Tuk Bima Lukar (Tuk = mata air)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

KONTAK PERSON YM

KATEGORI

ALBUM

foto004

KALENDER

Februari 2012
S S R K J S M
« Jan   Jun »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
272829  

Blog Stats

  • 89,837 hits
%d blogger menyukai ini: